Kacer dada hitam, sekarang ini telah relatif langka di pasaran. Perihal ini dikarenakan dikarenakan pasokan dari alam telah menipis serta pada waktu yang sama beberapa penangkar burung kurang berninat menangkarnya dikarenakan “secara ekonomis” kurang keuntungan sebagaimana menangkarkan burung murai batu contohnya.
Ketertarikan yang kurang besar pada kacer dada hitam ini dikarenakan oleh pendapat umum yang menyebutkan bahwa volume nada kacer dada hitam kalah dibanding volume kacer dada putih (poci). Serta dengan umum juga burung-burung yang moncer di arena lomba di kelas kacer banyak direbut oleh kacer poci.
Pendapat tersebut dengan umum tidak benar. Cuma saja, dengan umum burung kacer dada putih memanglah mempunyai nada yang lebih kristal di banding nada kacer dada hitam. Nada kristal burung kacer poci dapat lebih menonjol bila diberi isian yang pas. Dengan makin berkembangnya “ilmu pemasteran” burung, tidak harus burung kacer poci selanjutnya lebih favorit di arena lomba di banding kacer dada hitam.
Pada waktu yang sama, dikarenakan pasokan di pasaran sedikit serta relatif lebih mahal, burung kacer dada hitam tidak atau kurang diburu dibanding kacer dada putih. Selanjutnya, jumlah kacer dada putih dengan umum mendominasi kelas kacer. Serta tidak mengherankan bahwa kesempatan type ini menang di lomba lebih tinggi di banding kacer dada hitam. Maka pendapat yang mengatakan kacer poci semakin banyak berhasil menuai gelar jawara daripada kacer dada hitam memperoleh “pembenaran”.
Tampilkan postingan dengan label Burung Kacer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Kacer. Tampilkan semua postingan
Cara Mudah Menjinakkan Burung Kacer
Apakah sobat tengah alami perihal atau problem pada momongan sekarang ini yakni burung kacer sobat sangat giras atau takut pada manusia. Memang problem seperti ini sering sekali dapat berakibat pada burung kacer menjadi lebih sukar berbunyi atau gacor.
Bila burung kacer sobat jinak, tentu kacer dapat rajin berbunyi lantas hukumnya harus bagi sobat yang punya kacer giras segera ubah burung sobat supaya jinak, atau tidak takut pada mahluk hidup di sekelilingnya terlebih manusia.
Bila burung kacer sobat jinak, tentu kacer dapat rajin berbunyi lantas hukumnya harus bagi sobat yang punya kacer giras segera ubah burung sobat supaya jinak, atau tidak takut pada mahluk hidup di sekelilingnya terlebih manusia.
Berikut adalah cara mudah menjinakkan burung kacer agar lebih cepat gacor:
- Gantung burung kacer sobat di area tinggi di area ramai atau yang biasa dilalulalangi bagian keluarga. Janganlah justru digantung di area tersembunyi dikarenakan sobat takut burung kelabakan. Lakukan itu sepanjang lebih kurang sepekan. Sesudah itu, posisi agak diturunkan. Kerjakan sepanjang sepekan, turunkan lagi, sepekan mendatang turunkan lagi sampai posisi normal. Bila tempat tinggal sobat dekat jalur raya/kampung, lakukan gantung burung di halaman tempat tinggal dekat jalur namun mesti di waspadai juga lo dikarenakan kelak burung kacer sobat jadi hilang di curi orang.
Bila burung sobat memanglah liar banget serta sobat lakukan anjuran saya ini, saya jamin burung sobat akan berdarah-darah di lebih kurang paruhnya, juga bulunya rusak. Namun no masalah. Itu sistem normal yang perlu kita lewati. Luka akan kering, bulu akan tumbuh lagi. - Biasakan memandikan burung kacer lewat cara dikaramba dengan waktu agak lama. Bila dia tidak mau mandi sendiri, semprot gunakan semprotan sampai basah kuyup. Tidak problem dia kelabakan kesana-kemari waktu disemprot. Betul-betul basah kuyup sampai menggigil kedinginan serta tidak kelabakan lagi. Biarlah dulu dia di karamba, sampai bulu agak kering. Namun bila sobat terburu-buru akan pergi, masukkan segera ke sangkar juga tidak apa-apa, serta gantung di tempatnya. Bila pernah, kerjakan “pemandian” itu pagi serta sore hari.
Stres, Burung Kacer Tidak Mau Ganti Bulu
Ganti bulu pada sebagian tempat mempunyai sebutan yang tidak sama. Ada yang menyebutkan mabung, bluruh, rontok bulu dan sebagainya.
Pada sebagian kacer yang alami tingkat stres pada bulu, akibat pemberian extra fooding yang jor-joran, dengan maksud menambah performa burung. Namun apa daya, sesaat memanglah burung jadi tambah fight, namun dampak lain beresiko pada bulu burung yang makin kusam serta pada waktu semestinya burung memasuki ganti bulu, nyatanya sang burung kacer tidak bertukar bulu, apalagi performa burung lalu makin alami penurunan. Terkadang burung kacer lalu lantas agak malas bunyi.
Apalagi terkadang timbul tingkah laku aneh layaknya mematuk bulu ekor dan sebagainya.
Dalam situasi layaknya ini, si pemilik burung umumnya coba beragam jenis obat-obatan perontok bulu, awalannya sebagian helai burung tampak layaknya akan rontok, namun tetap harus burung tidak ingin rontok bulu, serta bertukar dengan bulu baru. Alhasil, si pemilik lalu punya niat jual burung nya dengan harga obral. Sayang kan, jika kalau itu yaitu burung bagus, atau burung prestasi.
Sebagian orang rekan, dulu alami perihal sejenis ini, serta ada yang sukses serta banyak juga yang gagal serta berakhir terjualnya si burung ke orang lain. Namun, apa yang berlangsung, demikian geser tangan ke orang lain, nyatanya si burung akan rontok bulu, serta kembali jadi burung yang bagus serta berprestasi. Perihal ini pasti jadi penyesalan untuk si pemilik burung pertamanya.
Lantas bagaimana ?
Ini ada pengalaman seorang rekan, barangkali sukses, barangkali juga tidak, namun dapat dicoba, kan ?
Burung kacer seorang rekan, dulu alami tidak ingin bertukar bulu sepanjang nyaris 2 tahun. Dibagian leher serta dada, sampai botak tidak ingin tumbuh bulu.
Menurut dia, akibat pemberian ulat hongkong serta ulat kandang yang terlalu berlebih. Awal pemberian ulat hongkong serta ulat kandang, burung amat fight, serta senantiasa memperoleh hasil yang memuaskan di tiap-tiap even lomba burung, namun tahun paling akhir, burung tidak kerja optimal, barangkali akibat situasi bulu yang kronis, hingga burung di even lomba, cuma berbunyi sekedarnya, serta pulang tanpa hasil apa-apa.
Sesudah coba sebagian resep dari orang, serta nyatanya tidak sukses juga. Usaha paling akhir, selanjutnya coba dengan langkah ganti pakan burungnya, yang semula bermerek bagus, jadi pakan ala kadarnya, yakni berikan BR ( sejenis pakan ayam ). Serta sangkar burung dikerodong dengan kain agak gelap, serta menggantungnya di ruangan yang beratap seng. Dengan tidak berikan extra fooding apa pun pada si burung, cuma berikan sesuatu bak kecil dalam sangkar dan pakan BR . Burung lalu dilewatkan tanpa dirawat apa-apa, serta sangkat janganlah dibersihkan. Agak kejam ya !.
Burung sekali-sekali dilihat, apa makanannya tetap ada atau tidak. Perihal ini mengonsumsi waktu sepanjangatau 2 bln.. Pada satu pagi, rekan saya mengintip burungnya dari bawah kerodong, nyatanya bulu-bulu sang burung telah rontok keseluruhan, serta setumpuk bulu burung amat banyak di lantai sangkar. Nyatanya si burung, selanjutnya bertukar bulu juga, yang pastinya perihal ini bikin suka rekan saya.
Sebulan lantas, si burung kacer lalu sudah mempunyai bulu baru, tampak cerah serta mengkilat, serta pastinya siap dirawat kembali, layaknya awal mulanya. Sesudah itu perawatan lalu, kembali atur pola makanan yang baik, memandikan dalam keramba, extra fooding yang normal. Jangkrik 2 pagi serta 2 sore, dan kroto bersih secukupnya tiap-tiap hari.
Pada sebagian kacer yang alami tingkat stres pada bulu, akibat pemberian extra fooding yang jor-joran, dengan maksud menambah performa burung. Namun apa daya, sesaat memanglah burung jadi tambah fight, namun dampak lain beresiko pada bulu burung yang makin kusam serta pada waktu semestinya burung memasuki ganti bulu, nyatanya sang burung kacer tidak bertukar bulu, apalagi performa burung lalu makin alami penurunan. Terkadang burung kacer lalu lantas agak malas bunyi.
Apalagi terkadang timbul tingkah laku aneh layaknya mematuk bulu ekor dan sebagainya.
Dalam situasi layaknya ini, si pemilik burung umumnya coba beragam jenis obat-obatan perontok bulu, awalannya sebagian helai burung tampak layaknya akan rontok, namun tetap harus burung tidak ingin rontok bulu, serta bertukar dengan bulu baru. Alhasil, si pemilik lalu punya niat jual burung nya dengan harga obral. Sayang kan, jika kalau itu yaitu burung bagus, atau burung prestasi.
Sebagian orang rekan, dulu alami perihal sejenis ini, serta ada yang sukses serta banyak juga yang gagal serta berakhir terjualnya si burung ke orang lain. Namun, apa yang berlangsung, demikian geser tangan ke orang lain, nyatanya si burung akan rontok bulu, serta kembali jadi burung yang bagus serta berprestasi. Perihal ini pasti jadi penyesalan untuk si pemilik burung pertamanya.
Lantas bagaimana ?
Ini ada pengalaman seorang rekan, barangkali sukses, barangkali juga tidak, namun dapat dicoba, kan ?
Burung kacer seorang rekan, dulu alami tidak ingin bertukar bulu sepanjang nyaris 2 tahun. Dibagian leher serta dada, sampai botak tidak ingin tumbuh bulu.
Menurut dia, akibat pemberian ulat hongkong serta ulat kandang yang terlalu berlebih. Awal pemberian ulat hongkong serta ulat kandang, burung amat fight, serta senantiasa memperoleh hasil yang memuaskan di tiap-tiap even lomba burung, namun tahun paling akhir, burung tidak kerja optimal, barangkali akibat situasi bulu yang kronis, hingga burung di even lomba, cuma berbunyi sekedarnya, serta pulang tanpa hasil apa-apa.
Sesudah coba sebagian resep dari orang, serta nyatanya tidak sukses juga. Usaha paling akhir, selanjutnya coba dengan langkah ganti pakan burungnya, yang semula bermerek bagus, jadi pakan ala kadarnya, yakni berikan BR ( sejenis pakan ayam ). Serta sangkar burung dikerodong dengan kain agak gelap, serta menggantungnya di ruangan yang beratap seng. Dengan tidak berikan extra fooding apa pun pada si burung, cuma berikan sesuatu bak kecil dalam sangkar dan pakan BR . Burung lalu dilewatkan tanpa dirawat apa-apa, serta sangkat janganlah dibersihkan. Agak kejam ya !.
Burung sekali-sekali dilihat, apa makanannya tetap ada atau tidak. Perihal ini mengonsumsi waktu sepanjangatau 2 bln.. Pada satu pagi, rekan saya mengintip burungnya dari bawah kerodong, nyatanya bulu-bulu sang burung telah rontok keseluruhan, serta setumpuk bulu burung amat banyak di lantai sangkar. Nyatanya si burung, selanjutnya bertukar bulu juga, yang pastinya perihal ini bikin suka rekan saya.
Sebulan lantas, si burung kacer lalu sudah mempunyai bulu baru, tampak cerah serta mengkilat, serta pastinya siap dirawat kembali, layaknya awal mulanya. Sesudah itu perawatan lalu, kembali atur pola makanan yang baik, memandikan dalam keramba, extra fooding yang normal. Jangkrik 2 pagi serta 2 sore, dan kroto bersih secukupnya tiap-tiap hari.
Tips Pintar Merawat Burung Kacer Kesayangan Anda
Buat sobat penggemar burung kacer, dalam memelihara burung jenis ini haruslah memiliki waktu yang cukup untuk dapat memperoleh hasil rawatan yang optimal. Namun sayangnya tidak semua sobat burung dapat meluangkan waktunya yang cukup untuk selalu merawat peliharaannya secara rutin, ini mungkin dikarenakan kesibukan sobat yang padat, sehingga waktu untuk merawat si burung kacer tersebut semakin terbatas.
Nah kali ini ini kami akan berikan tips merawat burung kacer, khusus bagi sobat burung yang tidak punya banyak waktu luang:
- Keluarkan burung sekitar jam 7 pagi, dan ganti makanan beserta dengan minumannya.
- Bersihkan alas kandang dari kotoran, namun jika sobat burung tidak sempat, ada baiknya sobat menyediakan cadangan alas bawah kandang yang dapat berfungsi pada saat pergantian alas maka sobat tidak harus mencucinya, cukup hanya dengan menggantikan dengan alas bawah kandang yang sudah sobat sediakan tersebut, sehingga akan menghemat waktu sobat.
- Masukkan cepuk/bak tempat mandi yang bersih ke dalam sangkar.
- Gantung burung di bagian teras rumah ataupun bagian rumah yang disinari cukup cahaya matahari di pagi harinya namun untuk siang hari tidak perlu disinari lagi. Namun pastikan dalam urusan peletakkan sangkar, lokasinya tidak mudah dijangkau oleh orang asing, karena sekarang lagi marak tuh maling burung!!!…
- Berikan EF yang secukupnya.
Gambar Burung Kacer Lainnya ..
Langganan:
Postingan (Atom)






